Monday, April 29, 2013

Anak-anak Multazam


Inilah dua jagoan di Rumah Multazam, Ojan dan Dedut. Gambar ini diambil di Taman Lalu Lintas Bandung saat field trip Ojan bersama teman-teman bermainnya di KB RA Madinah. Ojan begitu sangat menikmati field trip ini, sementara Dedut terlihat tegang tanpa ekspresi. Mungkin agak ketakutan bergoyang-goyang naik kereta.

Ojan dan Dedut terpaut 2,5 tahun usianya. Keduanya anak ASI dan anak Umi pastinya. Berat badan saat lahir lebih besar Dedut. Dari postur dan perawakan juga terlihat Dedut berpotensi akan melampaui kakaknya suatu saat. Akan tetapi Ojan lebih dominan di sisi kecerdasan sejak lahir. Psikomotoriknya lebih baik dan aspek verbal juga menonjol. Capetang orang Sunda bilang, nyablak orang Betawi kate.

Anak adalah anugerah yang penuh misteri. Tugas orang tuanyalah menggali misteri itu sampai terkuak dan tiba masa dimana mereka menjadi pribadi yang bertanggung jawab penuh atas diri mereka sendiri. Hidup bersama mereka saat masih kecil memang melelahkan, tetapi ada sisi keparipurnaan orang tua yang terbangun dengan sendirinya seiring kelelahan itu. Keparipurnaan sebagai makhluk Tuhan yang berkembang biak dengan ikatan kasih sayang. Kasih sayang inilah yang lebih dominan dan mengalahkan segala kekurangan. Inna rahmatii ghalabat ghadhabii.. Sesungguhnya kasih sayang-Ku mengalahkan kemarahan-Ku. Demikian Allah 'azza wa jalla berfirman dalam sebuah hadits qudsi. Prinsip ini harus terus diasah hingga mendarah daging pada semua orang tua.

Anak-anak Multazam adalah O dan pastinya O. Karena abi uminya O, mereka akan O selalu. Ya, golongan darah mereka O. Karena kami O semua, tipe olah raga kami adalah olah raga yang berintensitas tinggi untuk memulihkan kebugaran. Begitu kata sebuah referensi yang pernah kami baca. So, let's get it on Multazams !




No comments:

Post a Comment